Tragis Gajah Sumatra Mati Tanpa Kepala di Konsesi PT RAPP Pelalawan

Tragis Gajah Sumatra Mati Tanpa Kepala di Konsesi PT RAPP Pelalawan
Tragis Gajah Sumatra Mati Tanpa Kepala di Konsesi PT RAPP Pelalawan – Dok. Foto Via ingatlah

Salingka Media – Polisi saat ini sedang mengusut temuan Gajah Sumatra mati tanpa kepala di Pelalawan yang berlokasi di area konsesi PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP). Kejadian memilukan ini kembali menambah daftar panjang duka bagi dunia konservasi satwa langka di Provinsi Riau. Aparat keamanan menemukan bangkai mamalia besar tersebut di Distrik Ukui, Desa Lubuk Kembang Bunga, Kecamatan Ukui pada Kamis, 5 Februari 2026. Kondisi satwa tersebut sangat memprihatinkan karena bagian kepalanya sudah hilang saat petugas tiba di lokasi penemuan.

Kapolres Pelalawan, AKBP John Louis Letedara, membenarkan informasi mengenai peristiwa tragis tersebut. Beliau menjelaskan bahwa pihaknya segera mengerahkan personel untuk memeriksa Tempat Kejadian Perkara (TKP) setelah menerima laporan. Kepolisian bekerja sama dengan tim gabungan dari berbagai instansi guna menyelidiki penyebab pasti kematian gajah tersebut. Upaya ini bertujuan agar titik terang mengenai pelaku atau penyebab alami dari insiden ini segera terungkap ke publik.

Hasil pemeriksaan awal menunjukkan pemandangan yang sangat menyedihkan di tengah hutan tersebut. AKBP John menyebutkan bahwa petugas menjumpai bangkai gajah dalam posisi duduk. Namun, bagian kepala satwa tersebut sudah tidak ada lagi karena potongan senjata tajam atau tindakan paksa lainnya. Penemuan ini memicu kekhawatiran serius mengenai potensi perburuan liar yang masih mengintai satwa-satwa lindung di wilayah Kabupaten Pelalawan.

Baca Juga :  Pelaku Ganjal ATM Lintas Provinsi Dibekuk Polisi, Jejak Kejahatan Tersebar di 29 Lokasi

Tim gabungan yang turun ke lapangan melibatkan personel dari berbagai unit ahli. Selain anggota Polres Pelalawan, Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditkrimsus) Polda Riau juga ikut serta dalam proses ini. Bidang Laboratorium Forensik (Bidlabfor) Polda Riau, Polisi Kehutanan, serta Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) turut memberikan tenaga dan keahlian mereka. Pihak PT RAPP sebagai pemegang konsesi lahan juga mengirimkan perwakilan untuk memantau langsung proses olah TKP tersebut.

Kepolisian masih terus mengumpulkan bukti-bukti kuat di sekitar lokasi kejadian. AKBP John menegaskan bahwa jajarannya sedang menjalankan penyelidikan mendalam untuk mengungkap misteri di balik Gajah Sumatra mati tanpa kepala di Pelalawan ini. Selain melakukan olah TKP susulan, polisi juga meminta keterangan dari sejumlah saksi yang mungkin mengetahui aktivitas mencurigakan di area tersebut sebelum penemuan bangkai gajah. Keberadaan saksi kunci sangat vital untuk mempercepat proses hukum jika terbukti ada unsur kesengajaan dalam kematian ini.

Baca Juga :  Empat Unit Kontrakan di Alang Laweh Terbakar, Kerugian Ditaksir Ratusan Juta

Untuk memperkuat bukti secara ilmiah, Tim Bidlabfor Polda Riau mengambil langkah teknis yang sangat spesifik. Iptu Imam Yusuf Hanura yang memimpin tim tersebut menginstruksikan anggotanya untuk mengambil sejumlah sampel tanah dari area sekitar bangkai gajah. Tim ahli kemudian akan membawa sampel tersebut ke laboratorium forensik guna menjalani serangkaian uji laboratorium. Langkah ini bertujuan untuk mendeteksi keberadaan zat kimia atau racun yang mungkin menjadi penyebab gajah tersebut kehilangan nyawa sebelum seseorang memotong kepalanya.

Pihak manajemen PT RAPP juga memberikan respon cepat terhadap insiden yang terjadi di wilayah konsesi mereka. Perwakilan Humas PT RAPP menyatakan komitmen penuh perusahaan untuk mendukung seluruh rangkaian penyelidikan pihak kepolisian. Perusahaan terus menjalin koordinasi aktif dan bekerja sama secara terbuka agar aparat penegak hukum dapat menuntaskan kasus ini secepat mungkin. Mereka menyediakan akses dan bantuan logistik yang petugas perlukan selama proses identifikasi di lapangan.

Baca Juga :  Kecelakaan di Malalak, Mobil Escudo Hantam Dua Rumah, Sopir Meninggal di Tempat

Hingga saat ini, tim gabungan masih menunggu hasil uji laboratorium serta temuan dari olah TKP lanjutan. Kasus Gajah Sumatra mati tanpa kepala di Pelalawan menjadi perhatian khusus karena menyangkut kelestarian satwa yang statusnya kini terancam punah. Kerja sama antara aparat kepolisian, instansi lingkungan hidup, dan pihak swasta menjadi kunci utama dalam menjaga ekosistem hutan Riau dari tindakan-tindakan ilegal yang merusak lingkungan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *