
Salingka Media – Peristiwa mencekam berupa Kecelakaan Excavator di Sitinjau Lauik mengagetkan para pengguna jalan yang melintasi jalur utama Padang–Solok pada Rabu sore, 4 Februari 2026. Sebuah alat berat jenis excavator terlepas dari truk pengangkutnya saat melintasi tanjakan ekstrem Panorama II sekitar pukul 14.20 WIB. Alat berat berukuran besar tersebut meluncur bebas ke arah belakang dan menghantam sejumlah kendaraan yang berada tepat di belakang truk pengangkut.
Insiden ini bermula ketika sebuah truk pengangkut alat berat bergerak dari arah Kota Padang menuju Kabupaten Solok. Saat truk tersebut berupaya menaklukkan kemiringan tajam di tanjakan Panorama II, kendala teknis serius muncul secara tiba-tiba. Rantai pengikat yang berfungsi menahan posisi excavator di atas bak truk tidak mampu menahan beban hingga akhirnya putus. Kondisi tanjakan yang sangat curam membuat alat berat seberat puluhan ton itu langsung bergerak mundur tanpa kendali.
Kejadian berlangsung sangat cepat sehingga para pengemudi kendaraan di belakang truk tidak memiliki ruang untuk menghindar. Kecelakaan Excavator di Sitinjau Lauik ini mengakibatkan kerusakan fisik yang cukup parah pada beberapa unit mobil. Alat berat tersebut menyenggol dan menimpa bagian bodi kendaraan hingga menyebabkan kaca pecah dan kerusakan mesin pada kendaraan yang terlibat.
Seorang saksi mata di lokasi kejadian menceritakan bahwa situasi saat itu sangat kacau karena dentuman keras saat excavator menghantam aspal dan kendaraan lain. Pengendara yang berada di jalur tersebut sempat panik dan berusaha keluar dari kendaraan mereka untuk menyelamatkan diri. Beruntung, informasi sementara dari lapangan menyatakan tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. Namun, beberapa orang mengalami syok berat akibat menyaksikan alat berat tersebut meluncur ke arah mereka.
Dampak langsung dari Kecelakaan Excavator di Sitinjau Lauik ini adalah kelumpuhan total arus transportasi yang menghubungkan Padang dan Solok. Kendaraan dari kedua arah tidak dapat melintas karena posisi excavator menutupi sebagian besar badan jalan di area tanjakan yang sempit. Antrean panjang kendaraan, mulai dari mobil pribadi hingga truk logistik, mengular hingga beberapa kilometer karena proses evakuasi membutuhkan waktu dan peralatan khusus.
Personel kepolisian dan petugas dari instansi terkait segera tiba di lokasi untuk mengamankan area dan mengatur arus lalu lintas. Polisi memasang garis pembatas guna mencegah warga mendekat ke titik evakuasi yang berbahaya. Petugas bekerja ekstra keras untuk memindahkan beban excavator yang sangat berat tersebut dari posisi yang mengganggu jalan. Medan jalan yang sempit dan curam menjadi tantangan utama bagi tim evakuasi dalam mengoperasikan alat penarik.
Hingga sore hari, upaya pembersihan material dan pemindahan alat berat masih terus berlangsung di kawasan Panorama II. Pihak kepolisian meminta seluruh pengguna jalan untuk mencari jalur alternatif atau bersabar menunggu proses evakuasi selesai sepenuhnya. Petugas juga mengingatkan para pengemudi agar tetap mengikuti instruksi di lapangan demi menghindari risiko kecelakaan susulan di area yang rawan tersebut.





