Padang  

Cahaya Mirip Aurora Padang Bikin Heboh, BMKG Ungkap Fakta Ilmiahnya

Cahaya Mirip Aurora Padang Bikin Heboh, BMKG Ungkap Fakta Ilmiahnya
Ilustrasi Aurora (Foto: Pixabay)

Padang, Salingka Media – Fenomena cahaya mirip aurora Padang menghebohkan warga setelah cahaya melingkar tampak jelas di langit Kota Padang pada Rabu malam, 14 Januari 2026. Banyak warga merekam dan membagikan momen tersebut di media sosial karena mengira cahaya itu sebagai aurora, fenomena cahaya alami yang identik dengan wilayah kutub bumi.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika memastikan fenomena tersebut bukan aurora. Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Minangkabau, Decky Irmawan, menjelaskan bahwa cahaya yang terlihat di langit Padang muncul akibat pantulan cahaya buatan manusia yang berinteraksi dengan kondisi atmosfer setempat.

Decky menyebut pantulan lampu kota sebagai penyebab paling masuk akal dari cahaya mirip aurora Padang. Lampu stadion, lampu sorot proyek, serta lampu jalan berintensitas tinggi memancarkan cahaya ke atas dan mengenai lapisan awan rendah di atmosfer.

Baca Juga :  Pencurian 3 Unit Hp di Kos Perempuan dan Hanya 3 Jam Pelaku Residivis Berhasil diringkus Team Elang Reskrim Polsek Koto Tangah, Kota Padang

Cahaya tersebut menjadi lebih mencolok ketika awan mengandung kristal es atau butiran air padat. Dalam kondisi tertentu, pantulan cahaya membentuk pola melingkar atau kolom cahaya yang tampak berpendar di langit malam.

Berdasarkan citra radar cuaca BMKG, langit Kota Padang saat kejadian berada dalam kondisi cerah berawan. Awan rendah yang menutupi sebagian wilayah menciptakan kondisi ideal bagi terjadinya polusi cahaya atau light pollution dari permukaan darat ke atmosfer.

Decky menjelaskan bahwa pergerakan awan dan perbedaan ketebalan awan membuat pantulan cahaya tampak bergerak, bergelombang, dan memiliki gradasi warna. Efek visual inilah yang membuat cahaya mirip aurora Padang terlihat menyerupai aurora bagi masyarakat awam.

Baca Juga :  Riau Bersiap Hadapi Musim Kemarau 2025: Karhutla Berpotensi Tinggi, Warga Diminta Waspada

Faktor kelembapan udara yang tinggi di Kota Padang turut memperkuat fenomena tersebut. Awan jenis altocumulus atau stratus yang tipis namun luas mampu memantulkan cahaya dari bawah dengan sangat jelas, sehingga cahaya tampak terang dan mudah terlihat dari permukaan.

BMKG menegaskan bahwa secara geografis, aurora asli hampir tidak mungkin muncul di wilayah Sumatera Barat. Posisi Kota Padang yang berada dekat garis khatulistiwa menutup peluang kemunculan aurora borealis maupun aurora australis.

Decky menekankan bahwa aurora hanya muncul di wilayah dekat kutub bumi akibat interaksi partikel matahari dengan medan magnet bumi. Kondisi tersebut tidak terjadi di daerah tropis seperti Padang.

Melalui penjelasan ini, BMKG mengimbau masyarakat agar tidak langsung mengaitkan fenomena langit yang tidak biasa dengan kejadian langka tanpa dasar ilmiah. Pemahaman tentang polusi cahaya dan pantulan atmosfer dinilai penting agar publik dapat menyikapi fenomena alam secara rasional dan berbasis sains.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *