Angkut 22,5 Ton Bantuan Udara, WWF Indonesia dan Polri Bergerak Cepat Bantu Korban Banjir Aceh

Angkut 22,5 Ton Bantuan Udara, WWF Indonesia dan Polri Bergerak Cepat Bantu Korban Banjir Aceh
Angkut 22,5 Ton Bantuan Udara, WWF Indonesia dan Polri Bergerak Cepat Bantu Korban Banjir Aceh – Dok. Humas

Salingka Media – Organisasi konservasi global, World Wide Fund for Nature (WWF) Indonesia, kembali menunjukkan kepedulian nyata terhadap korban bencana alam di Tanah Air. Kali ini, mereka mengirimkan bantuan logistik kemanusiaan berskala besar untuk warga yang terdampak parah oleh bencana banjir di Aceh. Melalui sinergi kuat dengan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) yang diwakili oleh Polresta Bandara Soekarno-Hatta WWF Indonesia sukses menyalurkan total 22,5 ton bahan pokok dan kebutuhan mendesak menggunakan jalur transportasi udara.

Pengiriman besar ini menjadi upaya tanggap darurat tahap kedelapan, sekaligus yang paling masif dalam rangkaian aksi kemanusiaan yang WWF Indonesia laksanakan. Kegiatan pengiriman berlangsung pada Jumat (12/12) malam, langsung dari Kargo Bandara Soekarno-Hatta. Bantuan udara WWF Indonesia ini menegaskan komitmen untuk membantu masyarakat yang berada dalam kesulitan akibat bencana.

CEO WWF Indonesia, Aditya Bayunanda, menjelaskan bahwa volume pengiriman kali ini mencapai angka fantastis 22,5 ton. Porsi terbesar bantuan terdiri dari 15 ton beras, yang menjadi kebutuhan pokok utama bagi korban bencana. Sisa logistik merupakan barang-barang yang termasuk kategori kebutuhan mendesak lainnya. Daftar kebutuhan tersebut mencakup pembalut, pakaian layak pakai, dan lampu kepala (headlamp) yang sangat vital untuk menunjang aktivitas darurat di area terdampak.

Baca Juga :  Akses Bantuan Internasional Aceh Mendesak, Profesor USK Kirim Surat ke Presiden

Aditya juga memaparkan bahwa dengan suksesnya pengiriman tahap kedelapan ini, mereka sudah menyalurkan total sekitar 57 ton bantuan ke wilayah Aceh. Pencapaian ini membuktikan efektivitas kolaborasi antarlembaga dalam menyikapi situasi darurat kemanusiaan. Pengiriman Bantuan Udara WWF Indonesia ini tidak hanya memberikan makanan, tetapi juga memberikan harapan bagi para penyintas.

Akses terbatas menjadi tantangan signifikan yang tim relawan hadapi saat menyalurkan logistik ke daerah-daerah yang terisolasi akibat banjir. Dalam konteks ini, Aditya Bayunanda secara khusus menyampaikan apresiasi mendalam kepada Kepolisian Republik Indonesia. Menurutnya, peran dan dukungan aktif dari pihak kepolisian sangat membantu kelancaran proses distribusi.

Ia menekankan bahwa sinergi yang terjalin dengan Polri menjadi faktor penentu dalam mempercepat penyaluran logistik ke berbagai wilayah terdampak yang sulit dijangkau. Dukungan kepolisian memastikan proses pengiriman logistik dapat berjalan mulus dan tepat waktu, mengatasi hambatan logistik yang ada.

Baca Juga :  Akui Padang Siaga Tsunami, IOC-UNESCO menyerahkan Sertifikat Pengakuan kepada Pemko Padang

Menghadapi kendala terbatasnya sarana transportasi darat akibat bencana, WWF Indonesia dan Polri mengambil langkah strategis dengan memanfaatkan jalur udara. Mereka berhasil membangun koordinasi solid yang melibatkan sejumlah maskapai penerbangan nasional.

Beberapa maskapai penerbangan turut berpartisipasi aktif dalam aksi kemanusiaan ini dengan menyediakan ruang kargo gratis. Maskapai yang berkontribusi mengangkut Bantuan Udara WWF Indonesia mencakup nama-nama besar seperti Garuda Indonesia, Batik Air, Super Air Jet, Citilink, serta Pelita Air.

Aditya mengungkapkan kekagumannya terhadap dukungan dari para mitra maskapai tersebut. Ia menyebutkan, “Teman-teman dari maskapai begitu luar biasa membantu.” Meskipun pengiriman harian rata-rata biasanya hanya mencapai 500 kg, ia menambahkan bahwa pada momen tertentu dengan slot kargo yang tersedia banyak, mereka bahkan mampu mengirim hingga hampir 2 ton bantuan dalam sehari. Kolaborasi luar biasa ini membuktikan kesiapan sektor swasta dalam mendukung upaya kemanusiaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *