
Salingka Media – Sebuah video yang menampilkan seorang pejabat publik tengah menegur Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, dengan nada tinggi beredar luas di media sosial dan memicu beragam reaksi dari masyarakat. Video tersebut pertama kali diketahui setelah dibagikan oleh sejumlah pengguna di platform digital, hingga akhirnya ramai diperbincangkan.
Dalam rekaman itu, pejabat yang belum disebutkan identitasnya tampak melontarkan kata-kata keras kepada Mahyeldi. Sikap tersebut menuai kritik tajam dari warganet, bahkan banyak yang mengecamnya sebagai bentuk arogansi publik figur. Alih-alih mendapatkan dukungan, pejabat tersebut justru menjadi sasaran komentar pedas dan sindiran dari publik dunia maya.
Di sisi lain, Gubernur Mahyeldi dikenal sebagai kepala daerah yang kerap turun langsung ke lapangan saat terjadi bencana. Berdasarkan pengamatan berbagai pihak, Mahyeldi sering terlihat melakukan pekerjaan teknis, termasuk memegang alat untuk membantu membuka akses jalan yang tertutup material bencana. Gaya kepemimpinan ini disebut sudah berlangsung sejak dirinya menjabat sebagai Wali Kota Padang.
Meski sering turun langsung membantu masyarakat, Gubernur Mahyeldi disebut tetap menjalankan fungsi strategisnya. Ia dilaporkan terus memberikan arahan kepada organisasi perangkat daerah (OPD) serta berkomunikasi dengan pemerintah pusat guna memastikan penanganan bencana berjalan optimal.
Sebagian publik mempertanyakan motif Mahyeldi yang masih aktif turun ke lapangan meski telah dua periode menjabat. Namun pendukungnya menyebut tindakan tersebut merupakan bentuk tanggung jawab moral dan komitmen dalam mengabdi kepada masyarakat, bukan langkah politik.
Dalam narasi yang berkembang, Mahyeldi dianggap memegang prinsip pengabdian tanpa henti, sebagaimana tergambar dalam nilai-nilai religius yang sering ia sampaikan. Sejumlah kutipan Al-Qur’an dan pendapat ulama seperti Imam Ahmad bin Hanbal kerap dijadikan rujukan sebagai inspirasi semangat kerja sang gubernur.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi terkait konteks lengkap dari video viral tersebut maupun respons dari pihak pejabat yang terlibat. Namun diskusi publik di media sosial masih terus berlangsung dan menjadi sorotan warganet.





