Bencana Banjir dan Longsor di Sumbar Mencekam, Ribuan Rumah Terendam, 11 Wilayah Terdampak!

Bencana Banjir dan Longsor di Sumbar Mencekam, Ribuan Rumah Terendam, 11 Wilayah Terdampak!
Bencana Banjir dan Longsor di Sumbar Mencekam, Ribuan Rumah Terendam, 11 Wilayah Terdampak! – Dok. Foto Via posmetropadang

Salingka Media – Intensitas curah hujan yang sangat tinggi dalam beberapa hari terakhir telah memicu serangkaian bencana hidrometeorologi dahsyat di berbagai penjuru Provinsi Sumatra Barat (Sumbar). Peristiwa ini seolah membenarkan peringatan dini yang telah dikeluarkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait potensi peningkatan bencana seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang sepanjang periode 21 hingga 27 November 2025. Banjir dan Longsor di Sumbar saat ini telah menimbulkan kerusakan meluas dan mengganggu aktivitas ribuan penduduk.

11 Kabupaten dan Kota Terpapar Dampak Bencana

Data yang dihimpun oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumbar per Senin (24/11) menunjukkan bahwa setidaknya sebelas (11) wilayah administratif kabupaten dan kota di provinsi tersebut telah merasakan dampak langsung dari bencana ini. Tiga daerah yang dilaporkan mengalami kerusakan paling parah meliputi Kabupaten Padangpariaman, Kabupaten Agam, dan Kota Padang.

Juru Bicara BPBD Sumbar, Ilham Wahab, menjelaskan bahwa curah hujan yang mengguyur tanpa henti sejak malam hingga dini hari merupakan pemicu utama serentetan kejadian mulai dari banjir, tanah longsor, hingga pohon tumbang, serta kerusakan serius pada berbagai infrastruktur.

Kerusakan Infrastruktur dan Rumah Warga di Padang

Di Ibu Kota Provinsi, Kota Padang, bencana telah menyebabkan beberapa insiden yang merugikan. Laporan mencatat adanya kejadian pohon tumbang di beberapa kelurahan, yang tidak hanya menghambat akses lalu lintas jalan raya tetapi juga mengakibatkan kerusakan pada sejumlah rumah tinggal. Lebih lanjut, banjir juga dilaporkan melanda Kelurahan Gunung Pangilun. Bahkan, bencana tanah amblas terjadi yang mengakibatkan satu unit rumah warga mengalami kerusakan parah, serta merusak badan Jalan Bukit Peti-peti.

Baca Juga :  Mahasiswa dan Ojol Geruduk Mapolda Sumbar, Tuntut Keadilan Kematian Affan Kurniawan

Padangpariaman: Ribuan Rumah Terendam dan Akses Terputus

Kabupaten Padangpariaman menjadi salah satu wilayah dengan dampak terparah, di mana bencana banjir menyebabkan 3.076 unit rumah terendam. Bencana ini secara langsung menimpa total 9.228 jiwa. Ketinggian genangan air yang melanda permukiman bervariasi, mulai dari 30 sentimeter hingga mencapai 150 sentimeter. Selain itu, ratusan hektare lahan sawah produktif juga ikut terendam, menimbulkan kerugian besar bagi sektor pertanian lokal.

Selain banjir, bencana tanah longsor juga dilaporkan terjadi di enam kecamatan di Padangpariaman. Dampak pada infrastruktur sangat signifikan, meliputi:

  • Dua unit jembatan mengalami kerusakan.

  • Satu bendungan dan dua saluran irigasi rusak.

  • Dua ruas jalan utama dilaporkan putus atau mengalami amblas total.

  • Tiga titik longsor menimbun badan jalan.

  • Fasilitas pendidikan seperti SDN 10 Batang Gasan mengalami kerusakan.

  • Talud banda di Korong Toboh amblas.

  • Dua rumah warga mengalami kerusakan akibat terpaan angin kencang.

Agam dan Solok: Banjir Bandang dan Longsor Jalan

Di Kabupaten Agam, bencana yang terjadi tidak hanya sebatas banjir biasa, melainkan juga banjir bandang, tanah longsor, dan angin kencang. Banjir merendam puluhan rumah di wilayah Tanjung Raya, Banuhampu, dan Palupuah, dengan ketinggian genangan mencapai 80 sentimeter.

Banjir bandang dilaporkan menerjang Nagari Paninjauan, Kecamatan Tanjung Raya, yang membawa material hingga menimbun kolam renang, kafe, dan jaringan air bersih, mengubah aliran sungai, serta menutup akses jalan di dua lokasi.

Baca Juga :  Bupati Tanah Datar Cup Race 2025 Resmi Bergulir, Lebih dari 400 Pembalap Siap Bersaing di Sirkuit Cindua Mato

Tanah longsor di Agam juga memutus beberapa jalur vital:

  • Menutup akses Jalan Provinsi Palembayan-Bukittinggi di empat titik.

  • Menutup akses jalan kabupaten di Jorong Batu hampa Nagari Manggopoh, Kecamatan Lubuk Basung.

  • Menutup akses jalan di Palupuah.

Sementara itu, Kota Solok juga mengalami banjir akibat curah hujan tinggi, melanda Kelurahan Kampai Tabu Karambia dan Kelurahan Koto Panjang. Satu bangunan dilaporkan runtuh, dan 18 jiwa dari enam kepala keluarga (KK) terdampak.

Dampak di Wilayah Lain dan Kerusakan Akses Jalan

Sejumlah wilayah lain di Sumbar juga melaporkan kerusakan, meskipun dengan tingkat yang bervariasi:

  • Kabupaten Tanahdatar: Satu rumah mengalami kerusakan sedang akibat banjir, dan perabotan rumah tangga ikut rusak.

  • Kota Pariaman: Banjir merendam permukiman di Kampung Perak dan Pauh Barat, termasuk lingkungan sekitar SD 09 Pauh Barat. Angin kencang menyebabkan pohon tumbang di beberapa titik, seperti di Kampung Apar, Desa Bato, Kampung Gadang, Taluak, dan Kelurahan Karan Aur.

  • Kabupaten Pesisir Selatan: Sebanyak 155 rumah terendam di dua lokasi, yaitu di Jongah, Kampung Tanjung, Lubuk Ganggo (65 rumah) dan Pasar Minggu, Jembatan II Kampung Dalam (90 rumah). Banjir juga memutus akses jalan Padang-Painan via Tarusan.

  • Kabupaten Solok: Tanah longsor menutup ruas Jalan Nasional Lubuk Selasih–Alahan Panjang, menyebabkan kemacetan panjang.

  • Kota Padangpanjang: Cuaca ekstrem menumbangkan pohon yang menimpa satu rumah warga dan menghambat akses jalan.

  • Kabupaten Pasaman: Angin kencang menyebabkan pohon tumbang yang mengganggu pengguna jalan dan menimpa satu rumah warga di Jorong Pinang Batupang Nagari Alahan Mati Ilia, Kecamatan Simpang Alahan Mati.

  • Kabupaten Pasaman Barat: Curah hujan yang tinggi memicu tanah longsor yang menghambat akses jalan Lintas Simpang Empat – Talu Kelok Kaco Pasanggiang. Banjir juga terjadi di Nagari Batahan, Nagari Sinuruik, dan di jalur Jalan Lintas Simpang Empat – Air Bangis.

Baca Juga :  Banjir dan Longsor di Sukabumi: 5 Meninggal, 4 Hilang, Ribuan Warga Terdampak

Data terkini dari BPBD menunjukkan bahwa bencana Banjir dan Longsor di Sumbar pada akhir November 2025 telah menimbulkan kerugian yang sangat besar, tidak hanya pada harta benda dan rumah tinggal ribuan jiwa, tetapi juga pada infrastruktur vital yang menjadi urat nadi perekonomian dan konektivitas daerah. Total 11 kabupaten/kota terdampak memerlukan perhatian serius dan upaya penanggulangan bencana yang terkoordinasi. Pihak berwenang dan tim SAR masih terus berupaya melakukan pendataan komprehensif, evakuasi, dan pembersihan material longsor untuk memulihkan akses yang terputus secepatnya. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada mengingat potensi bencana hidrometeorologi masih mengintai.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *