
Salingka Media, Padang Pariaman – Aksi kriminalitas terhadap toko perhiasan kembali mengguncang masyarakat Padang Pariaman, Sumatera Barat. Sebuah insiden pencurian toko emas Padang Pariaman baru-baru ini telah menyebabkan kerugian besar hingga mencapai ratusan juta rupiah. Kasus ini menjadi sorotan utama mengingat besarnya kerugian yang dialami korban, diperkirakan mencapai Rp184 juta. Meskipun demikian, upaya cepat dari jajaran kepolisian telah membuahkan hasil dengan tertangkapnya salah satu pelaku. Penangkapan ini menjadi titik terang, namun kini fokus utama aparat keamanan beralih pada pengejaran dua anggota komplotan yang masih berkeliaran bebas.
Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Padang Pariaman berhasil mengamankan seorang tersangka yang terlibat dalam sindikat pencurian di sebuah toko perhiasan yang berlokasi di kawasan Pasar Lubuk Alung. Berdasarkan keterangan resmi dari pihak kepolisian, insiden pencurian tersebut diketahui terjadi pada dini hari tanggal 4 Oktober 2025. Kapolres Padang Pariaman, AKBP Ahmad Faisol Amir, menjelaskan bahwa setelah menerima laporan dari korban, timnya segera meluncurkan penyelidikan mendalam untuk mengungkap seluruh rangkaian kasus kejahatan ini.
“Satu pelaku telah kami amankan, beserta sejumlah barang bukti berupa delapan jenis perhiasan yang masih sempat disimpannya,” ungkap AKBP Ahmad Faisol Amir pada Rabu (15/10). Selain perhiasan hasil curian, petugas juga menyita alat bantu yang digunakan pelaku dalam menjalankan aksinya, yaitu sebuah gunting. Keberhasilan penangkapan ini menunjukkan keseriusan pihak berwajib dalam menanggapi laporan masyarakat. Namun, tantangan besar kini terletak pada upaya memburu dua pelaku lain yang diduga kuat merupakan bagian integral dari komplotan pencuri emas tersebut.
Kapolres lebih lanjut menerangkan bahwa dari hasil pengembangan penyelidikan yang dilakukan tim di lapangan, sindikat kejahatan ini diduga melibatkan total tiga orang terduga pelaku. Salah satu dari mereka kini sudah berada di Mapolres Padang Pariaman untuk pemeriksaan lebih lanjut, sementara dua pelaku lainnya masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) dan saat ini sedang dikejar. AKBP Faisol menegaskan bahwa Tim Opsnal Satreskrim terus bergerak secara intensif di lapangan untuk melakukan pengejaran secara masif terhadap dua individu yang masih buron tersebut. Pihak kepolisian berkomitmen untuk segera menuntaskan kasus pencurian toko emas Padang Pariaman ini.
Pengungkapan kasus ini, menurut Kapolres, merupakan buah dari sinergi dan kolaborasi yang baik antara Satreskrim Polres Padang Pariaman, Polsek Lubuk Alung, dan peran aktif dari masyarakat. Berbekal pengalaman kasus ini, pimpinan kepolisian wilayah Padang Pariaman telah menginstruksikan seluruh jajarannya untuk meningkatkan kewaspadaan dan memperketat pengamanan. Patroli masif di lokasi-lokasi yang dinilai rawan terjadinya kejahatan kini menjadi fokus utama sebagai langkah pencegahan.
“Saya sudah memerintahkan seluruh jajaran untuk lebih gencar melaksanakan patroli di tempat-tempat yang diduga rawan kejahatan. Kami juga mengimbau agar seluruh masyarakat lebih berhati-hati dengan memastikan keamanan rumah, kendaraan, maupun warung sebelum beristirahat,” tuturnya. Peningkatan peran Bhabinkamtibmas, yang merupakan ujung tombak kepolisian dalam berinteraksi langsung dengan warga, juga ditekankan untuk ditingkatkan.
Besarnya kerugian toko emas ratusan juta ini menjadi pelajaran berharga bagi seluruh pihak. Masyarakat diminta untuk aktif berperan serta dalam menjaga lingkungan masing-masing. AKBP Faisol mengingatkan bahwa kejahatan dapat terjadi kapan saja dan di mana saja. Oleh karena itu, diimbau agar warga tidak memberikan celah atau kesempatan sekecil apa pun kepada para pelaku kejahatan untuk melancarkan aksinya, salah satunya dengan memperketat sistem keamanan properti pribadi.
Penangkapan satu anggota sindikat ini menjadi awal yang baik, namun publik menunggu kelanjutan penangkapan dua pelaku buron lainnya untuk memastikan keadilan ditegakkan dan barang bukti sisanya dapat diamankan. Kasus ini menegaskan bahwa kerja sama antara aparat dan warga sangat penting dalam menciptakan lingkungan yang aman dan memutus mata rantai tindak kriminalitas. Polres Padang Pariaman berjanji akan terus memberikan perkembangan terbaru seputar pengejaran dua sisa anggota komplotan pencuri emas tersebut.





